Putu Indra Dewi
we do not smile because something good hapened... but, something good happen because we smile
Kamis, 21 April 2011
berita IT
LAYAR MONITOR SETIPIS KERTAS
kali ini luar biasa. Sekelompok ilmuwan teknologi informasi di Industrial Technology Research Institute (ITRI) telah menemukan layar monitor setipis kertas layar monitor ini juga bisa ditekuk dan digulung seperti layaknya kertas biasa tanpa rusak sedikitpun. Sehingga hasil teknologi komputer ini mampu disatukan dengan kertas koran untuk menampilkan gambar bergerak bak poster hidup di film Harry Potter. Layar monitor tipis ini dinamai FlexUPD.
Bukan hanya itu, kelak teknologi terbaru ini juga diharapkan dapat mengurangi berat dan ukuran e-reader dan tablet PC. Layar tipis ini diklaim dapat diintegrasikan dengan beberapa teknologi layar monitor terkini seperti LCD, LED, bahkan OLEDs (organic light-emitting diodes).
Teknologi terbaru temuan ITRI ini telah menerima medali emas dalam Wall Street Journal’s 10th annual Tech Innovation Awards 2010. ITRI memang dikenal sebagai tim ilmuwan teknologi informasi yang terbaik, tahun lalu mereka juga memenangkan Innovation Award untuk penemuan FleXpeaker, loudspeaker setipis kertas. Hak paten FlexUPD sekarang dipegang oleh AU Optronics Corporation of Taiwan yang juga penyandang dana ITRI.
Jika dilihat dari ketebalannya yang sangat tipis dan ditambah dengan teknik layout dan percetakan terbaru, maka akan sangat mungkin bagi FlexUPD untuk ‘ditempelkan’ ke kertas koran untuk menampilkan gambar hidup maupun film yang berhubungan dengan berita yang tengah disajikan dalam koran tersebut. Hal ini tentunya sebuah langkah besar bagi teknologi komunikasi. Struktur elektronik FlexUPD memang sangat canggih. Anatomi layar monitor tertipis di dunia ini terdiri dari lapisan-lapisan mikro film transistors yang dilekatkan pada selembar materi fleksibel. Sehingga layar monitor ini tidak kaku dan dapat memiliki tingkat fleksib ilitas seperti kertas.
Ide pengembangan FlexUPD itu sendiri lahir dari hal yang sepele, yaitu ketika salah seorang ilmuwan ITRI melihat seorang koki yang sedang membuat pancake tipis dan melempar-lemparkannya dengan wajan. Sekarang yang menjadi tantangan bagi mereka adalah bagaimana membuat hasil teknologi terbaru ini dapat diproduksi secara massal dan murah bagi masyarakat. Kapankah FlexUPD dapat diterapkan secara nyata, seperti untuk bermain game misalnya? kita tunggu saja perkembangan teknologi informasi terbaru berikutnya.
seminar
Sex dalam budaya bali
Kapaladaran dan alpayusa (sex pranikah dan umur pendek)
Stikom bali pekan kemarin mengadakan seminar yang bertemakan sex dalam budaya bali, di confention centre stikom bali, dengan ida bagus putra manik aryana, s.s,. M.Si sebagai pembicara seminar tersebut memahas tentang sex untuk para remaja guna menanggulangi terjadinya pernikahan di bawah umur yang nantinya akan menghasilkan keturunan yang memiliki sifat yang buruk. Bahwa sex yang di lakukan sebelum melalui acara pernikahan akan berakibat buruk “bagaikan api di rongga pohon kayu yang dapat membakar kayu itu hingga hangus sampai ke dahan” begitu pua jika mencoba melakukan sex pranikah yang menurut kitab saramuscaya 153 “mereka yang berzinah, yang melakukan bentuk penyimpangan seksual akan berumur pendek, Hendaknya jangan melakukan tindakan yang menyebabkan umur pendek”
Menurut budaya bali Selain mnyebabkan umur pendek, sex pranikah juga menyebabkan keturunan yang kurang baik jika melakukan sex sebelum adanya ikatan pernikahan dan tidak pada tempatnya maka kemungkinan anak yang akan di lahirkan adalah roh setan yang ingin dilahirkan menjadi manusia seperti tokoh-tokoh dalam lontar. I nguntang dan I nganting yang memiliki sifat suka mengikuti amarahnya, I bongol adalah anak yang tidak perna mendengar perkataan orangtuanya, I tundik adalah anak yang suka mencuri, I ngulaleng adalah anak yang memiliki sifat akan melupakan segalanya jika telah bermain, apabila anak memiliki sifat seperti ini bisa di perbaiki dengan mengadakan acara metebus dalam udaya bali.
Apabila ingin melakukan sex sebainya di lakukan setelah terikat dalam ikatan pernikahan agar terhindar dari hal yang tidak di inginkan


