Kamis, 21 April 2011

seminar

Sex dalam budaya bali
Kapaladaran dan alpayusa (sex pranikah dan umur pendek)
Stikom bali pekan kemarin mengadakan seminar yang bertemakan sex dalam budaya bali, di confention centre stikom bali, dengan ida bagus putra manik aryana, s.s,. M.Si sebagai pembicara seminar tersebut memahas tentang sex untuk para remaja guna menanggulangi terjadinya pernikahan di bawah umur yang nantinya akan menghasilkan keturunan yang memiliki sifat yang buruk. Bahwa sex yang di lakukan sebelum melalui acara pernikahan akan berakibat buruk “bagaikan api di rongga pohon kayu yang dapat membakar kayu itu hingga hangus sampai ke dahan” begitu pua jika mencoba melakukan sex pranikah yang menurut kitab saramuscaya 153 “mereka yang berzinah, yang melakukan bentuk penyimpangan seksual akan berumur pendek, Hendaknya jangan melakukan tindakan yang menyebabkan umur pendek”
Menurut budaya bali Selain mnyebabkan umur pendek, sex pranikah juga menyebabkan keturunan yang kurang baik jika melakukan sex sebelum adanya ikatan pernikahan dan tidak pada tempatnya maka kemungkinan anak yang akan di lahirkan adalah roh setan yang ingin dilahirkan menjadi manusia seperti tokoh-tokoh dalam lontar. I nguntang dan I nganting yang memiliki sifat suka mengikuti amarahnya, I bongol adalah anak yang tidak perna mendengar perkataan orangtuanya, I tundik adalah anak yang suka mencuri, I ngulaleng adalah anak yang memiliki sifat akan melupakan segalanya jika telah bermain, apabila anak memiliki sifat seperti ini bisa di perbaiki dengan mengadakan acara metebus dalam udaya bali.
Apabila ingin melakukan sex sebainya di lakukan setelah terikat dalam ikatan pernikahan agar terhindar dari hal yang tidak di inginkan

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda